Technorati Profile Add to Technorati Favorites

Tuesday, June 5, 2007

Kertas Dari Limbah Pertanian

Tahukah anda kalau tanaman-tanaman non produktif, seperti alang-alang (sejenis rumput liar)dapat diolah menjadi Kertas Seni....?,
dan tahukah anda bahwa limbah-limbah pertanian seperti batang padi, lembarang-lembaran batang pisang, setelah melalui proses tertentu juga dapat dibuat menjadi Kertas Seni....?.

Kertas-kertas hasil olahan dari limbah pertanian tersebut memiliki karakteristik
yang amat berbeda di banding dengan kertas pada umumnya.
Bagaimana cara membuatnya......?
Sebenarnya cara pembuatan kertas seni ini tidaklah serumit seperti yang kita bayangkan, anda hanya menyediakan peralatan seperti :
> Limbah pertanian atau alang-alang yang sudah dikeringkan,dan dipotong-potong kecil
lebih kurang 3 cm.
> Panci enamel
> Beberapa cc formalin kalau tidak ada boleh menggunakan kostik soda
> Kompor minyak atau gas
> Kawat kasa yang sudah berbingkai ukuran bingkai lebih kurang seukuran kertas A4
> Ember Besar dua buah
> Blender
> Beberapa lembar triplek ukuran 50 x 60 cm
> Tawas
> Lem kayu
Cara Membuat bubur kertas:
Batang alang-alang atau limbah pertanian yang sudah kering dan dipotong kecil-kecil tadi, kemudian dimasak dengan panci enamel, beberapa saat kemudian masukkan beberapa tetes formalin atau kalau tidak ada bisa diganti dengan kostik soda lebih kurang 3 sendok makan. Kalau dirasa sudah lunak angkat dan cuci sampai bersih. Baru kemudian anda blender sedikit demi sedikit sampai menjadi bubur. Bubur-bubus tadi anda masukkan ke dalam ember yang telah diberi air, setelah semua bahan sudah habis di blender, langkah selanjutnya anda akan memulai proses pembuatan kertasnya.
Cara membuat kertas:
Setelah bubur tadi dimasukkan ke dalam ember, tambahkan lem kayu yang telah dicairkan 3 sendok makan atau tergantung kebutuhan, dan tawas yang sudah dilembutkan kira-kira 3 sendok makan dan anda aduk hingga merata. Proses berikutnya ambil cetakan yang dari kawat kassa tadi, anda ambil dengan cetakan sabil diaduk-aduk lalu anda angkat tiriskan beberapa saat lalu anda pindahkan ke atas lembaran tripek tadi dalam posisi terbalik dan anda tekan-tekan sebentar baru kemudian anda angkat, maka bubur kertas tadi akan menempel di permukaan triplek, begitu seterusnya sampai bubur yang ada dalam ember habis.
Kertas-kertas yang sudah anda buat tadi anda keringkan di bawah terik matahari, supaya kertas tadi mudah di lepas sebaiknya sebelum kering betul anda lepaskan baru anda balikkan.Begitu seterusnya.......Selamat mencoba........

Ini adalah contoh hasil pengolahan kertas daur ulang ( Foto:Nooryan Bahari)

Labels:

8 Comments:

At February 9, 2008 at 11:58 AM , Blogger jz01zwa said...

Hallo mas, saya didi dari Aceh mahasiswa THP, mas saya menyampaikan kesan yang luar biasa atas karya ini...

mas saya ingin bertanya sesuatu apakah saya bisa mendapatkan laporan lengkap penelitian anda ato list referensi legkap tentang penelitian ini, saya melakukan ini karena berhubungan sekali dengan rencana penelitian saya dikampus tuk gelar sarjana THP...

demikian aja mas, mohon jawabanya mas kirimkan aja ke email saya : didi.peace@gmail.com...

terima kasih banyak....sukses selalu

 
At February 12, 2008 at 3:53 AM , Blogger Didixz said...

Terima kasih atas komentar anda, Sebenarnya saya belum melakukan penelitian yang sebenarnya, melainkan sekedar uji coba sederhana, tapi kalo anda menginginkan bagaimana cara pembuatan kertas daur ulang maupun dari limbah pertanian muah-mudahan saya bisa memberinya.

 
At March 17, 2008 at 2:37 AM , Blogger rake said...

halo mas, saya berencana membuat pabrik pulp dari bahan baku seperti yang anda sebutkan tadi, pokoknya dari limbah atau batang padi atau jerami, pertanyaan saya, dari segi ekonomi apakah bisa lebih murah daripada mendaur ulang kertas yang sudah ada? semisal karton dsb? mohon jawabannya, e-mail saya : cndptr.eng@gmail.com

 
At March 28, 2008 at 1:29 AM , Blogger Didixz said...

Kalau anda berencana ingin mendirikan pabrik pulp dari kertas limbah maupun limbah pertanian saya mendukung niat anda itu.
Kalau anda menanyakan lebih ekonomis mana limbah kertas dan jerami ?, kalau menurut saya ke dua-duanya sama-sama ekonomis. Kalau anda ingin memanfaatkan limbah kertas, anda kan bisa kerja sama dengan tukang foto copy maupun percetakan yang ada di daerah anda, demikian halnya dalam memperoleh limbah pertanian saya rasa amat mudah mendapatkannya dan murah. Semoga bermanfaat dan selamat mendirikan perusahaan pulp.

 
At May 5, 2008 at 8:20 PM , Blogger Netree said...

Mas, saya netri mahasiswa desain produk ITB, mau menanyakan apakah kertas yang berasal dari jerami atau pelepah pisang dapat dijadikan sebagai kertas kemasan, misalnya seperti pada kemasan makanan di restoran KFC. Terimakasih, saya tunggu jawabannya. Alamat email saya: emailnya_netree@yahoo.com

 
At September 29, 2008 at 8:46 AM , Blogger Andy said...

pak, saya tertarik sekali dengan ilmu untuk memanfaatkan barang yang sudah digunakan untuk dimanfaatkan kembali (daur ulang). menurut saya itu sangat baik, dilihat dari segi ekonomis maupun untuk kelestarian lingkungan. Yang ingin saya tanyakan adalah kesulitan dalam melakukan hal itu, apakah sudah ada penemuan mesin / teknologi yang lebih memudahkan dalam prosesnya?

email saya di andykusmanto@gmail.com

salam kenal dan salam kompak.
andy kusmanto

 
At January 26, 2009 at 5:15 AM , Blogger bukamata-bukahati said...

bapak, saya bagus.. mahasiswa pertanian di jember... saya sangat tertarik dengan kertas daur ulang yang bapak tulis... bisakah membantu saya untuk mengirimkan cara membuat kertas daur ulang yang lebih lengkap? trus ketika nanti saya sudah membuat kertas tersebut, saya bingung untuk mencari pasar yang mau membeli produk yang saya buat karena saya berada di kota kecil? mohon solusinya.. terima kasih... email saya:Janoear@gmail.com

 
At April 14, 2010 at 4:25 PM , Blogger BAHASARUPA said...

Artikel kertas nyeni ini sangat berguna bagi masyarakat yang ingin berkreasi dengan limbah kertas atau limbah pertanian.
Oh ya. Pak Didik shabatku.
Selamat jalan, semoga amal ibadah Bapak diterima oleh Allah Swt.

Salam saya
Dwi Budiwiwaramulja
www.jurnalseni.com

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home